08
Oct
16

Untuk kamu yang bimbang dengan profesi yang akan kamu geluti

Beberapa kali saya menerima mahasiswa yang melakukan penelitian atau magang di tempat saya. Saya selalu suka dengan mahasiswa karena mereka selalu menghadirkan semangat youth and curiosity

Salah satu hal yang paling sering saya temui dewasa ini dari anak-anak muda ini adalah mereka memandang pengusaha, entrepreneur sebagai profesi yang paling bergengsi. Profesi yang paling keren dan merupakan sarana terbaik untuk bisa mendapatkan kekayaan dan kesejahteraan

Jadi nggak heran saya sering dapat pertanyaan “tips sukses jadi pengusaha”. Dari situ saya juga mendapati saat ini di kampus-kampus tengah digalakkan semangat kewirausahaan yang memang sejalan dengan visi pemerintah sekarang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi

Virus entrepreneurship yang sekarang sedang menjangkiti banyak anak-anak muda ini sebetulnya bagus-bagus saja, namun biasanya saya akan ajak mereka untuk pertama-tama mengubah paradigma mereka terlebih dahulu yaitu, profesi sebagai pengusaha tidak lebih baik dibandingkan menjadi karyawan dan menjadi karyawan tidak lebih jelek dibandingkan menjadi pengusaha, semua profesi sama mulianya, semua sama-sama memberi dan menerima

“Silahkan diendapkan terlebih dahulu di pikiran kalian dan renungkan baik-baik” kalimat tersebut selalu muncul dari mulut saya. Memilih profesi yang akan kita lakukan sampai seumur hidup kita hendaknya bukan didasarkan pada berapa banyak (uang) yang bisa kita dapat atau manfaat apa saja yang bisa kita raup tapi seberapa banyak yang bisa kita lakukan untuk orang lain atau seberapa bermanfaatkah kita bagi orang lain. Pilihlah pekerjaan yang bisa menjadikan kita sebagai manusia bermakna, itulah hidup yang seharusnya

Jaman sekarang paradigma seseorang terhadap pekerjaan adalah sebagai sarana untuk meraih kesejahteraan, sangat kontras dengan jaman dulu. Dahulu profesi adalah panggilan hidup, pelayanan, pengabdian, karya bakti atau amanah. Profesi yang sesungguhnya merupakan sarana untuk meraih arti dan peran bagi masyarakat

Saya biasanya meminta mereka untuk mempertimbangkan merangkul idealisme tersebut dan menghidupinya alih-alih ikut-ikutan terjun dalam “The Big Rat Race” suatu perlombaan sukses dalam karir yang tolok ukurnya adalah “how much we have

Idealisme tersebut juga seringkali saya tanamkan dalam diri para karyawan saya, saya selalu mengingatkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan bermanfaat bagi orang lain dan saya selalu mengusahakan agar mereka bekerja tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan uang tapi berkarya. “Bekerja itu ibadah, orang jawa bilang makaryo (berkarya) jangan diterjemahkan jadi golek duit“. Mengembangkan mentalitas “cukup untuk diri sendiri, kurang untuk orang lain”, tidak mudah, tapi saya selalu menganggapnya sebagai tantangan

Lalu apa jawaban saya terhadap pertanyaan “tips sukses jadi pengusaha”? Kalau memang kamu mantap menjadi pengusaha adalah profesi yang sungguh menjadi panggilan jiwamu maka saya akan selalu jawab seperti ini “Jadi karyawan dulu di perusahaan kecil yang bisa memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan banyak hal untuk kemajuan perusahaan tersebut dan menjalin relasi seluas-luasnya”


0 Responses to “Untuk kamu yang bimbang dengan profesi yang akan kamu geluti”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Millestone

  • 324,707 Hits

Arsip

Sponsored By

1st Indonesian Kettle Cooked Potato Chips


%d bloggers like this: