25
Jan
10

Tidak ada sampah di Baluran

Baluran's Savana

Jika brader melalui jalur utara menuju pelabuhan Ketapang setelah Situbondo, pasti deh brader semua yang doyan turing bakal menikmati trek Taman Nasional Baluran. Jalannya yang liak-liuk dan beraspal bagus serta lebar semakin sempurna karena di sebelah kanan dan kiri kita akan disuguhi pemandangan hutan Baluran yang saat saya lewati lagi ijo-ijonya karena sedang musim penghujan. Jika sempat cobalah untuk mampir sejenak memasuki Taman nasional Baluran yang bakal menyajikan petualangan yang seru dan menantang.

Setelah membayar tiket masuk seharga Rp2.500/orang dan Rp3.000/motor ke Taman Nasional yang terletak diantara Situbondo dan Banyuwangi ini kita akan melewati jalur medium off road sejauh 20 km menuju Savana Bekol. Di Savana Bekol ini biasa dijumpai spesies-spesies dilindungi sedang merumput,pemandangan di Bekol jika sedang musim kemarau bakal mirip dengan pemandangan savana di Afrika. Rumput berwarna kuning keemasan menunjukkan betapa keringnya alam diujung timur pulau Jawa ini. Saat saya mengunjungi tempat ini, rumput berwarna hijau karena sedang musim penghujan, tapi suhu udaranya tetap panas dan lembab. Salah satu hal yang menarik saat berkendara di tempat ini selain medan off roadnya yang cukup menantang adalah banyaknya kupu-kupu yang berkumpul di tengah jalan, kemudian tiba-tiba beterbangan saat kita akan melewatinya. Jumlahnya ribuan dan di sepanjang jalan sejauh 20 km menuju Savana Bekol dan 3 km menuju Pantai Bama kita akan ditemani kupu-kupu yang berwarna kuning, biru, jingga, dan putih seolah menyambut kedatangan kita.

Saya bersyukur dengan kondisi Baluran yang menurut pengamatan saya lebih baik dibanding Alas Purwo dan Bromo. Pasalnya, berbeda dengan kedua tempat tersebut, di Baluran saya tidak menjumpai adanya sampah-sampah plastik. Satu hal yang tentunya patut kita jaga dengan membawa kantung sendiri untuk dijadikan tempat sampah darurat, sangat menyedihkan jika melihat banyak sampah plastik di hutan, di laut dan dipantai. Saya sempat berpikir jangan-jangan budaya buang sampah sembarangan ini  diakibatkan oleh suburnya tanah Indonesia yang membuat bangsa kita terlena turun temurun. Maksud saya adalah pada jaman dulu orang-orang menggunakan bahan-bahan pembungkus yang terbuat dari daun seperti misal daun pisang membuang sampah serampangan tidak akan masalah, karena justru bisa menyuburkan tanah atau malah bisa menjadi tumbuhan baru jika yang dibuang adalah batang kayu atau biji!!! Bandingkan dengan negara yang terletak di lingkungan yang ekstrim seperti Korea misal, coba saja tanyaken sama bro Shilla apa di negeri gingseng tersebut membuang biji pepaya di halaman rumah bisa tumbuh pohon pepaya?😆

Kembali ke perjalanan di Baluran, hati-hati jika berhenti di kawasan yang ditunggui banyak preman hutan yang mengincar barang-barang bawaan kita. Preman-preman hutan yang saya maksud adalah gerombolan kera ekor panjang yang banyak dijumpai di beberapa titik perjalanan dan di Pantai Bama. Jangan terlalu lama berhenti karena tumbuhan di sekitar sangat mendukung kera-kera tadi untuk bergerilya ketika kita lengah. Untuk satwa lain sangat pemalu, kami sempat bertemu dengan merak, babi hutan, dan rusa yang langsung ngacir begitu mendengar suara motor kami dari kejauhan. Masih untung knalpot yang kami pakai adalah knalpot standar sehingga setidaknya kami sempat melihat beberapa ekor binatang yang bersembunyi di balik semak sambil mengintip kami karena mungkin penasaran dengan deru mesin motor kami. Kasihan juga sech coz berdasarkan pengalaman waktu kecil suka memelihara burung, binatang liar memang gampang stres dengan suara-suara berisik.

Khusus untuk perjalanan ke Pantai Bama, jalanannya 100% off road. Namun karena Baluran terletak di dataran rendah yang merata, jalanan tersebut tidak terlalu menyulitkan untuk ditaklukan. Yang seru adalah ketika kami menemui sebuah kubangan air sepanjang 20 m yang dapat dijadikan sebagai lokasi yang pas untuk mengabadikan momen saat melintasi kubangan tersebut. Saat pertama melewatinya saya hanya berjalan pelan, tapi sekembalinya dari Pantai Bama saya menerjang genangan tersebut dengan kecepatan yang tinggi yang akhirnya membuat badan saya basah kuyup:mrgreen:

Di Pantai Bama sendiri terdapat hutan bakau yang alami, yang menarik adalah adanya jembatan yang sengaja dibuat membelah pohon-pohon bakau ini sampai di pantai. Cocok banget buat prewedd, tapi karena diharamin mungkin tetep bisalah kalo dipake buat foto-foto postwedd😆

Berikut beberapa foto di Baluran yang diambil oleh Dendy Julius, foto-foto lengkapnya menyusul

OTW to Baluran

Pintu Masuk TN Baluran, Bilang aja "mo wisata" jgn boong lagi:mrgreen:

Jalanan seperti ini sepanjang 20 km

The Butterfly's effect

Para preman baluran, liat ki-ka dulu siapa tau disergap

Bawa tempat sampah sendiri yak🙂

Basaaaaaaahhhh!!!!!!!!!!


21 Responses to “Tidak ada sampah di Baluran”


  1. 1 daus
    January 25, 2010 at 3:04 pm

    nice ride bro…………..

    senangnya mendengar ada taman nasional yg benar2 bebas sampah……
    ngeri juga ya kalo kita narok gps di motor trus diembat si kera2 itu..wahahahhahah…..

    btw soal foto prewed yg diharamin itu kan ditujukan buat yg beragama tertentu saja, itupun ngga semua bakal ngikutin seperti yg sudah2…….heheheheh….FYI merokok pun sudah ada fatwa haramnya but you can see the reality here…..budaya/kebiasaan bisa diatas segalanya…….

    buat yg beragama lain ya monggo kepenak kalo mau foto2 prewedding…………..:)

  2. January 25, 2010 at 3:09 pm

    tadinya saya pikir Baluran itu di pojok timur-selatannya pulau Jawa, ternyata itu cagar alam Blambangan ya…
    kupu-kupunya membuat suasana touring jadi romantis… hehehe🙂

  3. 3 kentaro
    January 25, 2010 at 4:30 pm

    Nice info bro
    Kr2 smpe lombok kapan?
    Lha sampeyan ga naek vixy to?

  4. 4 kontela
    January 25, 2010 at 6:56 pm

    Nice ride bro…mudah2an bisa menyusul..:)

  5. 6 shilla
    January 25, 2010 at 8:23 pm

    disini gak ada pepaya bro,hehe…
    btw masalah budaya,masing2 punya keanehan sendiri2.
    Sampean pasti lebih banyak tahu,dari menjelajah pelosok-pelosok negeri,iya toh….

  6. January 26, 2010 at 4:16 am

    Manggsatb ceritanya
    kapan ya bisa touring kayak gitu

    BTW dirimu wong magelang to

  7. 8 a'lilin
    January 26, 2010 at 8:41 am

    wah ngiri nih sama yang masih bujangan, bisa touring kemana2. sekarang touringnya nyampe mana bro?

  8. January 26, 2010 at 9:01 am

    keren.. bagus.. bersih…
    gak boleh buang sampah. sabana

    • January 26, 2010 at 12:41 pm

      @daus: iya ati2 lho GPSnya, tas aja diembat apalagi yg kecil2🙂

      @apdri: kalo yg di ujung timur bagian selatan itu kawasan TN Alas Purwo mas😀

      @Ken: Kemaren pas mo nyebrang ke lombok penyebrangan ke lombok ditutup bro coz angin kencang, pas 2 hari tutup itu akhirnya kami muter2 bali. Pas dah dibuka DJ dah hrs balik ke Bandung hari minggu so waktu sisa kami pakai buat riding ke bromo. Laen kali dicoba lagi kok😛

      @Kontela: Amin bro, seru kok turing ke timur

      @Lilypud::mrgreen:

      @Shilla: nah itu dia bro:mrgreen: pepaya, rambutan, kelengkeng khan ga bsa tumbuh disana😆 kebetulan sy jg punya temen2 korsel, kata mereka rambutan n lengkeng di sana mahal😀 tak kasih tau buah paling enak sedunia (durian) mereka malah gak doyan😆 katanya kayak bau bensin🙄 Soal budaya Indonesia no.1 Buanyaaaaak bgt🙂

      @M.R: wah ketahuan dari platnya nech😛

      @a’lilin: udah balik lg bro😀 iya nech mumpung msh bujang😛

      @wahyu: mari kita jaga:mrgreen:

  9. January 26, 2010 at 8:55 pm

    AP Bootnya benar-benar tangguh ya mas?:mrgreen:

  10. 13 andryberlianto
    January 27, 2010 at 12:02 pm

    wah bagus juga nih …
    TFS🙂

  11. January 27, 2010 at 5:30 pm

    kayaknya ente berbakat jadi pembalap rally dakkar tuh bro…hehehheehe….kayak di Foto yg terakhir…

  12. January 28, 2010 at 10:07 am

    weww….muter Indonesia dulu buat narik perhatian N sponsor +itung2 latihan….hehhehehe

  13. January 28, 2010 at 3:13 pm

    wah telat nihh…..baluran tu masih termasuk daerah saya mas. suka diajak sama om saya yang jadi penjaga hutan situ, jalan-jalan naik TS125 sambil cari duren hutan…
    sippp….

  14. November 7, 2013 at 10:14 pm

    jadi kepinggin lagi ke sana,yet kapan ke sana ligi….tempat yg menggasikkan yg benar”masih alami…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Millestone

  • 324,707 Hits

Arsip

Sponsored By

1st Indonesian Kettle Cooked Potato Chips


%d bloggers like this: