15
Oct
09

Selamat datang di Alas Purwo

Gerbang Alas Purwo

Gerbang Alas Purwo

Kata-kata tersebut seolah muncul di dalam benak saya ketika untuk pertama kalinya tiba di gerbang masuk Taman Nasional yang terletak di ujung tenggara pulau jawa ini. Sebetulnya kami tidak berencana untuk mengunjungi tempat ini, tujuan utama kami setelah riding di Kawah Ijen adalah Sukamade yang terletak di Taman Nasional Meru Betiri (taman nasional terbesar di pulau jawa), konon untuk mencapainya kita harus menyeberangi sungai tanpa jembatan sebanyak dua kali, saat musim hujan kedua sungai tersebut dapat dipastikan eksis. Begitu kami sadar bahwa kami tidak punya cukup waktu dan atas saran dari teman yang baru kami kenal di Kawah Ijen, maka kamipun berganti haluan ke Alas Purwo. Saat kami beristirahat dan mandi di sebuah SPBU di Kab. Banyuwangi, seseorang yang juga tengah melakukan aktivitas yang sama di POM tersebut bertanya kepada kami, “mau kemana mas?” tanya sang bapak yang kira-kira berumur 40 th-an sambil merapikan celana panjangnya yang terlipat sampai lutut, “Alas Purwo pak, masih jauh nggak ya?” jawab DendyJ yang tengah duduk-duduk asyik dengan SLRnya. “Wah, masih jauh mas, kira-kira 2-3 jam lagi dari sini, memangnya mau apa ke alas purwo?” Sambil tersenyum DendyJ menjawab “Mau ke Teluk Plengkung Pak”. “ooo plengkung, tapi hati-hati lho mas, soalnya alas purwo agak angker…….”. Kata-kata bapak tadi membuat saya dan DendyJ memasang raut muka yang serius, kemudian sang bapak melanjutkan “Di sana banyak orang nyari pesugihan, banyak ularnya juga”. Kami berdua menganggukan kepala tanda mengerti…… Beberapa menit kemudian setelah sang bapak pergi dan Erwe selesai beraktivitas di kamar mandi, kami bertiga membahas cerita sang bapak tadi, alih-alih menjadi takut kami justru semakin antusias untuk segera sampai di Alas Purwo. Sambil bersendau gurau tentang hal-hal mistis yang mungkin akan dijumpai, kami mengepak barang bawaan kami. Btw, saya sempat mencoba on line tapi ternyata sinyal 3G Indosat tidak bisa diperoleh di sebagian besar kota di ujung timur pulau jawa, sehingga niat untuk bisa memposting ride report setiap haripun kandas.

Setelah bersantap ria saat matahari tepat di atas kepala, kamipun segera meluncur ke arah selatan. Seperti yang sudah

Melewati desa dengan jalanan yg rusak

Melewati desa dengan jalanan yg rusak

diduga sebelumnya, jalan ke arah Alas Purwo ini cukup membingungkan, sekali lagi kami mendapati minimnya marka jalan yang menunjukkan arah ke alas purwo. Kami menyusuri jalan pedesaan yang rusak parah sepanjang lebih dari 40 km (mungkin kami salah pilih jalan), kami juga dibuat bingung dengan banyaknya jalan bercabang tanpa marka. Kadang-kadang kami bertanya kepada penduduk sekitar, namun ketika kami tidak menemukan seseorang untuk ditanyai, kamipun berhenti dan saling memandang satu sama lain. Dan ternyata eh ternyata, DendyJ mendapat ide untuk memanfaatkan aplikasi khusus  dari google yang memang dikhususkan untuk ponsel. Aplikasi ini mirip dengan google maps, karena bisa menunjukkan posisi kita berada lengkap sampai nama daerah-daerahnya……hmmpph coba kek dari tadi🙂

Ketika kami sudah mulai memasuki jalan yang dikelilingi tumbuhan yang khas pepohonan hutan pantai (pohon dengan daun kering), saya sengaja melambatkan kendaraan dan membiarkan Erwe dan DendyJ jalan terlebih dahulu, sambil sesekali berhenti untuk mengambil gambar dengan kamera ponsel. Sungguh, saya sangat menikmati jalan yang ternyata merupakan jalan menuju gerbang Alas Purwo ini, jalanannya lurus dan panjang dengan kiri kanannya adalah pepohonan dengan warna dedaunan kombinasi antara hijau dan kekuningan, cuaca yang cukup panas karena dekat pantai membuat pohon-pohon di sini menggugurkan sebagian daunnya untuk mengurangi penguapan. Hampir mirip dengan jalan menuju Paltuding, komposisi jalan disini adalah batu dan tanah liat disertai debu yang bakal beterbangan saat dilintasi. Yang membedakan adalah di Alas Purwo jalannya datar dan didominasi oleh jalanan lurus, tidak seperti jalan ke Ijen yang khas pegunungan. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh sampailah saya di gerbang Taman Nasional Alas Purwo, beberapa ratus meter dari gerbang tersebut terdapat sebuah pos jaga dan ternyata duo pengendara scorpio sudah menunggui saya disitu. Saat menyantap es buah yang sudah bukan es buah, karena esnya telah mencair di pos jaga tersebut, saya mengatakan pada DendyJ dan Erwe bahwa saya sangat terpukau dengan jalan yang baru saja kami lalui. “Kata bapaknya itu belum seberapa, di dalem lebih lagi” sahut DendyJ sambil mengarahkan jari telunjuknya ke seorang petugas jaga yang terlihat dari jendela rumah yang dijadikan pos jaga tersebut. Petugas tadi keluar dan bercerita banyak kepada kami tentang apa-apa yang bakal kami temukan di dalam hutan, “kalau beruntung mas-mas ini bisa ketemu macan” kata sang penjaga, usut punya usut ternyata macan yang dimaksud adalah macan tutul, bukan harimau jawa yang sudah punah walaupun pada akhirnya kami tidak bertemu macan tutul yang dimaksud.

Jalan menuju gerbang Alas Purwo

Jalan menuju gerbang Alas Purwo

Selepas rehat sejenak di pos yang terletak di gerbang taman nasional tadi, kami melanjutkan perjalanan menuju Teluk Plengkung. Sebenarnya di Alas Purwo sangat banyak tempat untuk dikunjungi, namun Teluk Plengkung adalah salah satu obyek yang paling dikenal, khususnya oleh para surfer baik itu domestik maupun mancanegara. Bahkan seperti halnya kasus Bali dengan Indonesia, teluk ini lebih dikenal daripada Alas Purwo itu sendiri. Teluk Plengkung lebih dikenal dengan sebutan G-Land, ombaknya adalah salah satu yang terbaik di dunia disandingkan dengan ombak yang ada di Hawai dan Tahiti. Sejak krisis 1998 belum ada lagi event selancar level internasional yang diadakan, namun hal tersebut justru berdampak baik bagi ekosistem Alas Purwo, dengan minimnya pengunjung kelestarian lingkungan sangat terjaga.

Kembali ke perjalanan kami, suasana adventure terasa sangat kental begitu kami meninggalkan gerbang masuk tadi. Hutan menjadi semakin lebat, sesekali saya melihat satwa-satwa liar seperti rusa, monyet, dan burung-burung yang unik melintas di tengah jalan. Sayang, tidak ada satupun yang berhasil saya abadikan karena mereka langsung kabur begitu mendengar suara sepeda motor. Seperti saat sebelum memasuki gerbang taman nasional ini, saya sengaja berhenti sejenak supaya bisa riding sendiri di tengah hutan yang lebat ini. Rasa penasaran, antusias, dan khawatir kalau-kalau ada ‘sesuatu’ yang menyerang bercampur menjadi satu. Saat di perjalanan ini saya sempat melihat tempat pemujaan, sepertinya tempat itu adalah tempat pemujaan umat Hindu mengingat bangunannya sangat mirip dengan yang ada rumah-rumah di Bali. Saya juga dua kali bertemu dengan rombongan mahasiswa UGM yang dimuat di kendaraan adventure Mitsubishi Strada, dari banner yang menempel di mobil saya jadi tahu bahwa mereka ternyata

Setelah melewati gerbang

Setelah melewati gerbang

sedang melakukan studi lapangan di Alas Purwo. Setelah menempuh jalan off road yang cukup jauh, akhirnya saya sampai di pos jaga menuju Teluk Plengkung, ternyata DendyJ dan Erwe tidak ada di sana, saya menduga mereka sedang mampir di tempat lain mengingat di jalan sebelum masuk ke pos ini terdapat marka yang menunjukkan obyek lain untuk dikunjungi. Di pos jaga menuju Teluk Plengkung saya melihat beberapa kendaraan sedang parkir, tidak terlalu banyak sehingga saya menangkap kesan ekslusif dari wilayah ini. Tidak lama setelah saya berhenti di pos yang memiliki pembatas jalan ini, seseorang mendekati saya dan bertanya dengan nada yang penuh curiga “Mau apa mas?”. Dari kesan yang saya dapat saat melihat mobil-mobil di parkiran yang hanya berjumlah beberapa tadi dan kesan yang ditunjukkan oleh orang tersebut sayapun mengambil kesimpulan bahwa tidak sembarang orang yang dapat memasuki Teluk Plengkung. Akhirnya saya mencari alasan yang terlihat ‘resmi dan serius’ supaya diijinkan masuk ke area Plengkung. “Saya dan dua orang teman saya yang belum datang ingin mengambil beberapa gambar di Plengkung sebagai sarana promosi di internet pak” jawab saya dengan gaya yang sok penting, sang penjaga pos tadipun meminta saya untuk masuk ke dalam pos dan di saat bersamaan DendyJ dan Erwe tiba di pos tersebut. Sayapun segera mendekati mereka berdua dan membisiki mereka skenario saya tadi, dan ketika kami memasuki pos jaga Plengkung kami berlagak sebagai orang-orang sok penting yang bertujuan untuk ambil bagian dalam mempromosikan Plengkung….berlebihan banget ya:mrgreen: wajar, kami takut tidak diperkenankan masuk coz sudah datang jauh-jauh *sorry banyak alesan😀 .

Lokasi pendaratan penyu

Lokasi pendaratan penyu

Setelah menceritakan kembali bahwa tujuan kami datang ke Plengkung adalah mengambil foto-foto untuk keperluan publikasi, sang penjaga bertanya dengan tegas “Mana ijinnya?!” Sebuah jawaban yang tidak kami duga-duga sebelumnya! Ternyata untuk melakukan hal tadi kami harus mendapatkan ijin dari kantor pengelola Taman Nasional Alas purwo yang letaknya ada di pusat kota dan berjarak 3 jam perjalanan!!! Kontan saja kami menjadi lemas mendengar hal tersebut, setelah mencoba merayu dan meminta dikasihani karena sudah jauh-jauh datang, sang penjaga tadi tetap menolak kami untuk masuk. Setelah cukup lama kami ada di dalam pos, kami menjadi semakin lemas setelah mendengar sang penjaga tadi berkata “kalau tujuan anda kemari untuk wisata dan foto-fotonya untuk kepentingan pribadi, baru…saya ijinkan masuk”. Hah?!!!! sumpeh loe!!! jadi ternyata……arrrrrghhh kenapa juga kami musti berlagak yang aneh-aneh kalau tahu ternyata diperbolehkan masuk jika berkata bahwa tujuan kedatangan kami hanya untuk berwisata! Kami benar-benar shock karena hal tersebut, selain karena saat itu sudah jam 5 sore, untuk mencapai teluk kami harus berjalan kaki sejauh 9 km dari pos jaga. Sekitar pukul 17.10 WIB kami melihat para pengunjung yang memarkir kendaraan mereka di dekat pos tadi berdatangan dari arah Plengkung, betapa menyesalnya kami lebih-lebih ketika melihat wajah-wajah lelah tapi bahagia dari para pengunjung yang tampaknya datang ke teluk sembari mengisi waktu mereka dengan berbagai macam aktivitas di Plengkung😦

Apa boleh buat hari sudah mulai gelap, kamipun menyempatkan diri untuk turun ke pantai yang ada di sebelah pos jaga tersebut. Di pantai berpasir putih yang kami kunjungi ini tampak di kejauhan garis pantai G-land yang memanjang

Pantai sebelum G-Land

Pantai sebelum G-Land

sampai di ujung pulau. Kami istirahat sejenak di pantai ini dan mengambil gambar sunset yang tertutup oleh awan, setelah hari mulai gelap kamipun memutuskan untuk pulang dan melewati jalan tadi di malam hari. Mudah-mudahan pengalaman kami tadi berguna untuk anda yang ingin berkunjung ke Alas Purwo.  O iya, ternyata di plengkung terdapat penginapan yang dibuat sangat menyatu dengan alam, hanya saja lumayan mahal (IDR 300-500rb/hari) jadi untuk para moto bikepacker yang ingin bermalam, saya sarankan untuk membawa tenda dan bermalam di pantai. Di sebagian besar pantai di Alas Purwo dimalam hari, anda bisa melihat penyu-penyu mendarat untuk bertelur. Jangan lupa membawa bekal yang cukup, jangan lupa juga jangan buang sampah sembarangan😉 Jika ingin berkunjung ke taman nasional ini, saya sarankan datanglah di pagi hari, supaya bisa mengunjungi semua obyek wisata di Alas Purwo yang bejibun dan memberikan pengalaman adventure yang belum tentu bisa didapatkan di tempat lain.


26 Responses to “Selamat datang di Alas Purwo”


  1. 1 apdri
    October 15, 2009 at 11:18 pm

    coba pulau jawa itu bisa diputar…
    supaya yg di sebelah barat sini bisa dengan mudah menikmati keindahan sebelah timur dan sebaliknya…
    hehehe khayal…🙂

  2. 3 shilla.kr
    October 16, 2009 at 12:47 am

    mas,mongtore sampean opo? Sampean pede sekali touring off/on road..
    Kalo boleh minta saran,idealnya gaya turing sampean itu make mongtor apa ya? Oya,body saya size pedrosa,pengen ngambil klx-150 kira2 oke gak?

    • October 16, 2009 at 6:23 am

      motor saya vixion aja mas, I ride what I got:mrgreen:

      kalo menurut saya pribadi gaya turing campursari macam itu cocoknya pake scorpio mas😀 KLX lebih bagus lagi, asal tangkinya udah ditambahin kapasitasnya

      KLX 150? ok ok aja mas, bagus kok🙂

  3. 5 Lao2x
    October 16, 2009 at 1:07 am

    Hahaha… Ternyata sebenarnya kl jujur malah mujur bro ya.
    Tp gpp bro, kan “its about the journey not destination!”😉

  4. 7 Plat_R
    October 16, 2009 at 7:25 am

    jiakakakakak….saia ketawa ngebayangin udah susah-susag ngarang cerita plus skenario dadakan malah salah….

  5. 9 a'lilin
    October 16, 2009 at 9:17 am

    foto yang dipajang ditambahin dong bro, baca ceritanya udah asyik, tapi boleh dong fotonya ditambahin lagi. gaya ceritanya ok lho, pemilihan kata dan urutan ceritanya rapi enak buat diikuti. kayaknya udah pengalaman nulis yah?

  6. 11 M1
    October 16, 2009 at 11:16 am

    Mas, sampeyan asalnya dari mana to, kok jauh2 touring nemu tempat di ujung p. jawa ntu? Perlu dicoba nih keknya.

    Eh mas mana artikel kawah Ijen-nya?

  7. 13 M1
    October 17, 2009 at 5:04 am

    OK tengkyu mas pouwel.

    Weh keren, smpyan turingnya jauh2 ye, tapi view-nya bgs2. Mantap!!!
    Simak terus blog ini ah, seru2 touringnya😀

    Selamat berturing mas, kapan2 dicoba.🙂

  8. October 17, 2009 at 5:31 am

    Mantep dabss…

    wuih touring yang kuiimpikan ki😀
    tapi tekan kana pirang dina yah… mengingat speed maksimalku biasane mung 80 km/j numpak montor picek😀 hahaha….

  9. October 19, 2009 at 4:10 am

    mas, udah pernah ke Pantai2 di pacitan blom?? kemaren kebetulan dari sana, cuma blom tak update di blog saya.. hehehee

  10. October 19, 2009 at 4:14 am

    wuihh….
    mantaffff, jadi ngiri….arep turing adoh2 ra tau kelakon.
    saran ya bro? coba explor daerah Gunung Kidul Yogya bro, kaya’e banyak tempat yang asik buat ADV tuh, cuma saran lho ya?
    btw nice pict and nice report.

    *JadiPenginNumpakVegaJakartaGunungKidulSkalianTilikSimbah*

  11. 21 atlet
    October 26, 2009 at 2:15 pm

    wah ngiri bro,…:D kapan2 saya juga pengen adv ke jateng dan jabar hehehe..doakan ada rezrki…posisi dah di Madiun nih sayang lagi gak ada motor😦 adanya sepeda😀

  12. January 28, 2012 at 3:24 am

    emng g mudh untuk mmsuki gerbng utma alas prwo trsbut ..
    stlh mmsuki dsa2 lnjut msuk alasy di buthkn krng lbih 2 – 3jm untuk bs msuk ke grbng utma .. ato pin2 msuk
    slmh prjlnan .. tdak ad 1 pun orng yg lwt .. cma ad hwan2 liar yg ada di sna ..
    kta orng kampung skitar situ … nnti di tengah2 prjlanan ,,..akn ad orng yg jualan disana cma 1 aj itupun tk ad lampu sdkitpun .. , pda wltu q ksana .. , q n kwn2 brhnti sjenk ,, kurng lbih pda jam 2 pgi . , mnum2 kopi .. ,, n tdur .. mski cma sbentar .. di stu trdengr suara ombak yg sngt keras … , q n kwn2 smkin g sbar bs mliht .. sgedeh ap c ombk trsbut … , stlh bristirhat .. pgi jm 5 kita brngkt kmbli … , nympai grbng pintu msuk … di kenkn biaya 10 rbu klo g slh … , ps wktu nympai laut .. q mlhat ad orng brpakaian bju wrnh putih n brserbanan .. dia bikng gni .. apbilh nnti ad orng yg trbwh arus kedrtn .. tlong bilang sm pos pemantau .. , tlh trjdi musibh kpal to prahu nelayan yg pch .. , trnyta sdh 3 hri musibh trsbut trjdi ..,
    trus kita lnjut prjalanan dengn brjln kaki .. , krng lbh 2 jm .. , untk nympai titik 0 dri g_land trsbut …
    klo g mau jln kaki .. kita bsa numpng truk mngngkut pasir jm 10 – jm 5 sore … yg mnuju hotel tmpat tores2 asing yg lgi surving .. , dlu q plngx kmlaman jdi g sd truk lwt 1 pun .. smpai akhry q n tmn2 mndngr swara msin diesel .. , orng sna blng itu mobil gerandong ,…. akhry kita numpang mobil trsbut smpai pos pnitipn spda motor …, q sranin klo ksna bwh bkal yg bnyk .. , trutma air mnum …, klo g .. kita bsa g da tnga sdikitpun di jmin mati disana … , trima ksih sdh mmbca apa yg q alami stlh dri g_land trsbut…

  13. 24 kank_dicky
    February 3, 2012 at 12:54 pm

    Alas purwa emang fantastis, kalau kita mau masuk jauh lebih kedalam menelusuri hutannya (alas purwo) dalam kondisi cuaca apapun akan ada sensasi adventure yang tidak bisa di temukan di tempat lain terlebih2 jika malam hari suasananya lebih menantang. Tapi hati2 di alas purwa kita tidak boleh sompral !

  14. 25 Maula Ahmad
    December 16, 2012 at 8:33 pm

    Rencananya teman2 team touring saya mau kesana mas bro….setelah read tulisan anda,jadii………pengen kesana😀

  15. 26 vixrid
    November 7, 2013 at 9:15 am

    nice post. bagus buat refrensi refrensi touring


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Millestone

  • 324,707 Hits

Arsip

Sponsored By

1st Indonesian Kettle Cooked Potato Chips


%d bloggers like this: